Negara besar banyak memiliki pahlawan – pahlawan besar dan orang – orang yang berpengaruh seperti negara kita Indonesia. Kita banyak sekali kehilangan orang – orang yang mempunyai potensi besar, seperti contohnya baru – baru ini Kang Ibing yang telah lebih dulu pulang ke Yang Maha Kuasa. Jenazah Kang Ibing (64) dimakamkan di dekat pusara Tjut Nyak Dien, di TPU Gunung Puyuh Sumedang, Jumat (20/08). Rombongan pengiring jenazah yang diberangkatkan dari Bandung, sampai di pemakaman itu sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelum dibawa ke pemakaman, jenazah pelawak yang mempunyai nama asli Rd. Kusmayatna Kusumahdinata tersebut dibawa ke rumah yang sedang dibangunnya, di Rancapurut, Sumedang utara. Sebelum jenazah tiba masyarakat dan beberapa kerabat serta sejumlah artis telah menunggu di pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan terakhir pahlawan nasional asal Aceh Tjut Nyak Dien.
Kapolres Sumedang AKBP Nurulloh mengatakan, dia mengenal Ibing dari media. Menurut dia, sosok Kang Ibing orangnya mulya, baik dan menyenangkan. Menurut Nurulloh, dia pernah bertemu Ibing ketika dinas di Polda Jabar. Waktu itu Kang Ibing diundang mengisi acara. Sebagai Kapolres, dia mewakili pemerintah Sumedang yang berhalangan datang karena ada kegiatan. Sedangkan UU Rukmana, Wakil ketua DPRD Jabar, menuturkan, Kang Ibing merupakan tokoh masyarakat Jabar “Jabar kehilangan Ibing,” ujarnya. Dia mengatakan, dirinya berteman dengan Kang Ibing sejak dulu ketika bersma-sama di Daya Mahasiswa Sunda, dan yang menjiwai Damas dengan Sunda menurut Uu adalah Ibing.
Aom Kusman, sebagai teman baik Kang Ibing dengan haru menuturkan, Ibing adalah seniman besar Jawa Barat yang tidak akan pernah tergantikan. Dengan segala macam cara, menurut dia, Kang Ibing mengembangkan budaya sunda. Dan tak pernah mengeluh soal penyakit, padahal dia menderita jantung sudah lama. Terakhir yang membanggakan, dia menjadi seorang mubaligh.











