Kehadiran Miyabi yang dijadwalkan akan kembali ke Jakarta hari ini membawa riuh panas dengan berbagai tentangan oleh anggota FPI.
Sekitar 500 anggota FPI berdemonstrasi di Bandara Soekarno-Hatta untuk menolak kedatangan aktris film panas tersebut. “Karena kuatir membuat pornografi semakin menyebar,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah FPI Jakarta, Salim bin Umar Alatas atau biasa disapa Habis Selon.
Kunjungan kembalinya ini merupakan bagian dari promosi film terbaru Maxima, Hantu Tanah Kusir. Di film itu, Miyabi menggunakan nama alias sebagai Pauleen.
Ody Hidayat, produser rumah produksi Maxima, terpaksa menjadwal ulang agendanya. Kemungkinan besar konferensi pers malam ini pun terpaksa dibatalkan. “Mungkin akan dialihkan ke Bali, tapi belum pasti juga,” kata Ody.
Jika tidak ada aral melintang, selain promosi film dari bioskop ke bioskop, aktris berdarah Jepang-Perancis itu juga akan mengunjungi pengungsi Merapi di Yogyakarta. “Dia juga ingin bertemu dengan FPI untuk mengetahui apa yang jadi masalah mereka,” kata Ody.
Bagaimana dari pihak FPI? “Tidak ada toleransi,” kata Habib Selon. Dia hanya mau menerima Miyabi jika bintang itu masuk Islam dan mengenakan jilbab. “Kalau mau datang belajar mengaji, kami akan terima dengan baik,” katanya.
Jika Miyabi ngotot datang, dia melanjutkan, anggota FPI akan menggeruduk lokasi keberadaannya. “Kami akan kirim langsung ke bandara, suruh naik pesawat,” ujar Selon.











